BPJS Kesehatan dan Nahdlatul Ulama Teken Kerjasama Optimalkan Program JKN-KIS

Jakarta : Menyusul penandatanganan Nota Kesepahaman antara BPJS Kesehatan dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU) pada 15 Juni 2016 lalu, kali ini perjanjian kerja sama mengatur teknis pelaksanaan nota kesepahaman itu juga telah ditandatangani.
Terdapat beberapa ruang lingkup cakupan Nota Kesepahaman tersebut diantaranya (1) Perluasan Kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat, (2) Optimalisasi pemanfaatan fasilitas kesehatan yang digunakan oleh peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat, (3) Sosialisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional  - Kartu Indonesia Sehat (4) Kolekting Iuran Peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat dan (5) Kerjasama lainnya yang disepakati kedua belah pihak.
Direktur Hukum, Komunikasi dan Hubungan Antar Lembaga BPJS Kesehatan Bayu Wahyudi yang hadir dalam penandatangaan tersebut di Jakarta (27/08) mengungkapkan,  PBNU merupakan salah satu organisasi terbesar dalam bidang sosial, keagamaan, dan kemasyarakatan, dengan jaringan kepengurusan yang sangat luas di Indonesia. Dengan kondisi tersebut, diharapkan PBNU memiliki kekuatan yang besar dalam mengajak masyarakat untuk menjadi akselerator dalam mencapai tujuan pemerintah, baik di bidang ekonomi, pendidikan, sosial dan kesehatan.
Ia juga berharap, melalui kerjasama ini  tersebut juga dapat menjadi awal kerjasama yang baik antara BPJS Kesehatan dengan PBNU se-Indonesia untuk bersinergi meningkatkan derajat kesehatan para PBNU dan seluruh rakyat Indonesia melalui penyediaan jaminan kesehatan dalam program JKN-KIS. Ketua PBNU Said Aqil Siroj, hadir untuk melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman. Acara tersebut juga dihadiri oleh Pengurus Pimpinan Pusat dan Pimpinan Daerah PBNU dan Direksi BPJS Kesehatan.

sumber=http://www.bpjs-kesehatan.go.id/bpjs/index.php/post/read/2016/400/BPJS-Kesehatan-dan-Nahdlatul-Ulama-Teken-Kerjasama-Optimalkan-Program-JKN-KIS